Berita Malaysia, Brunai, Singapura

Tidak banyak Melayu menggunakan layanan advokasi cuma-cuma

PERSATUAN Advokasi Singapura (LSS) ingin menambahkan kesadaran masyarakat Melayu terhadap undang-undang dan berbagai layanan advokasi yang disediakan oleh badan itu untuk membantu mereka secara cuma-cuma.

Direktur Pembangunan, Kantor Layanan Cuma-cuma LSS, Cik Shahrany Hassan, berkata pihaknya bisa menjalin kerjasama dengan tiap-tiap organisasi Melayu/Islam untuk melaksanakan program pendidikan mengenai hukuman untuk berbagai kesalahan undang-undang dan akses terhadap sistem keadilan.

"Sudah tiba masanya kami bekerjasama dengan badan-badan Melayu untuk meningkatkan kesadaran mereka mengenai undang-undang.

"Banyak dari mereka kurang sadar bahwa LSS ada menyediakan nasihat dan layanan advokasi secara cuma-cuma untuk seorang yang ditangkap dan bakal dihadapkan ke pengadilan.

"Dengan kerjasama yang bakal dijalin dan informasi yang disebarkan, masyarakat Melayu, khususnya pusat bapak yang kami bakal jadikan sasaran, lebih sadar terhadap undang-undang dan efek serta bahaya partisipasi anak-anak mereka dalam kejahatan,'' jelas dia.

Beberapa advokat yang ditemukan bincang menyatakan banyak remaja Melayu yang diklaim di pengadilan tidak diwakili suatu advokat.

Ini mungkin disebabkan mereka tidak tahu terdapatnya layanan advokasi cuma-cuma yang disediakan LSS.

Dari segi kasus kejahatan melibatkan golongan remaja, sembilan dari setiap 10 kasus merupakan kesalahan merusuh dan sekitar separuh dari mereka adalah Melayu.

"Trend ini sungguh mengenaskan. Kejahatan yang mereka lakukan ada kaitan dengan kegiatan perkumpulan preman,'' kata seorang advokat yang tidak mau namanya disebutkan.

Menurut Cik Shahrany, sejauh ini tujuh badan sukarela Melayu/Islam telah tampil bekerjasama dengan LSS.

Menganggap bilangannya masih kecil, dia menyatakan di antara sebabnya adalah ketiadaan publisitas kegiatan LSS yang di sebarkan melalui media berbahasa Melayu.

Satu lagi sebab adalah tiada usaha khusus yang dibuat untuk mendekati masyarakat Melayu.

Namun dia tidak menamakan badan-badan Melayu/Islam yang pernah bekerjasama dengan LSS itu.

Melalui LSS, pihaknya menyediakan Skema Bantuan Advokasi Kejahatan (Clas) untuk membantu tertuduh dari golongan berpendapatan rendah mempertahankan kasus di pengadilan.

Cik Shahrany menyatakan pihak dia menerima sekitar 1,000 permohonan setiap tahun dan sekitar 250 daripadanya diijinkan - dengan advokat ditugaskan untuk membantu mereka di mahkhamah.

LSS juga menyediakan Klinik Advokasi Masyarakat untuk golongan yang juga mendapatkan nasihat advokasi secara cuma-cuma.

Sensus LSS menunjukkan sebanyak 1,444 orang mendaftar di klinik itu di antara 1 Oktober 2010 dengan 31 Mac 2011, dan 1,053 telah diberikan nasihat advokasi cuma-cuma.

Seorang Melayu membentuk sekitar 10 persen saja dari jumlah keseluruhan.

"Tidak banyak anggota masyarakat Melayu yang tampil memanfaatkan layanan yang kami sediakan. Ini mungkin karena mereka tidak tahu,'' tegasnya.

Sekitar 700 advokat memberi layanan cuma-cuma di klinik itu sepanjang tempo itu.

Cik Shahrany berharap badan Melayu/Islam yang berminat menyelenggarakan program meningkatkan kesadaran mengenai undang menghubungi dia di jaringan online 6538 2500 atau melalui Internet di alamat shahrany@lawsoc.org.sg atau www.lawsociety.org.sg.



Read the original article
here...

yang Related Articles:-

Terms of use & Privacy policy Ping-it